Tawakal dalam artian kebahasaan berarti berserah diri. Sementara dalam arti istilah tawakal bermakna berserah diri kepada Allah swt. Secara lebih terperinci tawakal berserah diri kepada sunatullah (Hukum alam). Dengan demikian tawakal harus selalu ada sebelum sedang dan setelah bekerja.
Orang yang tawakal ketika dia lapar dia makan, karena makan bagian dari tawakal. Allah swt telah menciptakan hukum alam. Jika mau menghilangkan rasa lapar di perut adalah makan. Seorang pelajar yang tawakal pasti belajar, karena belajar merupakan bagian dari hukum alam untuk meraih pintar. Seorang pekerja yang tawakal akan disiplin. Seorang pengusaha yang tawakal akan menjalankan managemennya.
Pernyataan di atas menyadarkan kita pada firman Allah yang artinya siapa yang bertawakal pasti dicukupi. Untuk itu mari kita tawakal, tetapi tawakal bukan pada umunya orang memahami. Yakni berserah diri setelah bekarja. Bahkan tawakal difahami hanya berserah diri, diam menunggu hasil dari usaha yang dia lakukan. Sementara tidak menyempurnakan ikhtiar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar